Lima Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel Meski Gencatan Senjata Masih Berlaku

Gaza – Sedikitnya lima warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan, tewas akibat tembakan pasukan Israel pada Minggu, meskipun gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober tahun lalu masih berlangsung. Informasi ini disampaikan oleh tim medis setempat, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent Society/PRCS) menyatakan bahwa dua warga Palestina tewas dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah bengkel di kawasan Sabra, selatan Kota Gaza.

Dalam keterangannya, PRCS menyebutkan bahwa jasad kedua korban hancur akibat serangan tersebut. Satu warga Palestina lainnya juga mengalami luka-luka.

Saksi mata mengatakan sebuah drone Israel menembakkan sedikitnya tiga rudal ke bangunan yang menjadi lokasi bengkel di lingkungan Al-Rayes, kawasan Sabra.

Sementara itu, seorang sumber medis menyatakan bahwa seorang anak perempuan berusia 9 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka kritis akibat tembakan pasukan Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza bagian tengah.

Korban lainnya adalah seorang pria Palestina yang meninggal akibat luka-luka yang dideritanya setelah ditembak pasukan Israel pada Jumat lalu di sebelah timur Kamp Pengungsi Bureij, Gaza tengah.

Seorang warga Palestina lainnya juga dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka akibat serangan drone Israel di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan.

Di sisi lain, pasukan Israel terus melakukan penghancuran rumah-rumah dan bangunan milik warga Palestina di wilayah yang mereka kuasai, terutama di selatan Khan Younis dan timur Kota Gaza, menurut keterangan para saksi.

Para saksi juga melaporkan terdengarnya ledakan-ledakan keras dari operasi pembongkaran bangunan di Khan Younis dan Kota Gaza. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan akibat operasi tersebut.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.098 warga Palestina tewas dan 3.535 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka. Serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan luas terhadap sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *