
Sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk kepala kantor kepolisian Kamp Pengungsi Jabalia, tewas dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Selasa (15/7), menurut keterangan otoritas Palestina.
Serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Sumber medis kepada Anadolu melaporkan bahwa jenazah tujuh warga Palestina, termasuk seorang perempuan, dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa dan Rumah Sakit Lapangan Amerika setelah serangan Israel menghantam area dekat Sekolah Shadia di kawasan Al-Falouja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia.
Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebutkan bahwa salah satu korban adalah Kolonel Mohammed Marwan Salem, kepala kantor kepolisian Kamp Pengungsi Jabalia. Beberapa anggota dan personel kepolisian lainnya juga turut gugur setelah sebuah pos polisi di kawasan tersebut menjadi sasaran serangan Israel.
Menurut saksi mata, sebuah drone Israel menyerang pos polisi yang berada di kawasan padat tenda pengungsian dan pusat evakuasi sementara bagi warga Palestina yang mengungsi.
Di lokasi lain, dua warga Palestina juga dilaporkan tewas akibat tembakan artileri Israel yang menghantam sebuah tenda di sebelah barat daya Kota Gaza.
Dalam insiden terpisah pada hari yang sama, seorang warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka setelah sebuah drone Israel menyerang tenda pengungsian di dekat kawasan Menara Tayba, sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan.
Hingga kini, identitas korban yang tewas dalam serangan tersebut belum diumumkan, sementara kondisi para korban luka juga belum diketahui.
Sementara itu, seorang anak bernama Moataz Abu Shaar dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel di kawasan Al-Mawasi, Rafah, Gaza selatan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel telah menewaskan 1.108 warga Palestina dan melukai 3.578 lainnya hingga Senin (14/7).
Sejak dimulainya agresi Israel pada 8 Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 173.000 orang mengalami luka-luka. Otoritas Palestina juga menyatakan bahwa sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza telah mengalami kerusakan atau hancur akibat serangan yang terus berlangsung.


Leave a Reply