Tiga Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat, Jenazah Ditahan

Tepi Barat, Palestina — Pasukan Israel menewaskan tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja, pada Kamis (24/7), lalu menahan jenazah mereka di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer dan serangan terhadap warga Palestina di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina dalam keterangannya menyebut telah menerima informasi dari General Authority of Civil Affairs, lembaga penghubung resmi antara Israel dan Otoritas Palestina, bahwa dua korban yang tewas adalah Mahmoud Hussein Abu Samra (20) dan Mohammad Samer Mleitat (16). Keduanya ditembak oleh pasukan Israel di Kota Beit Furik, sebelah timur Nablus.

Selain itu, seorang pria Palestina berusia 24 tahun juga dilaporkan tewas setelah ditembak pasukan Israel di dekat Bundaran Haddad, sebelah timur Jenin.

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina di Beit Furik pada Kamis dini hari, kemudian menahan jenazah keduanya.

Dalam insiden yang sama, dua warga Palestina lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Wali Kota Beit Furik, Youssef Hanani, mengatakan pasukan Israel menutup seluruh akses masuk ke kota tersebut. Ia juga menyebut tentara Israel bersama para pemukim menyerang warga yang sedang berupaya memadamkan kebakaran di lahan pertanian mereka.

Menurut Hanani, pasukan Israel memaksa sebuah keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka setelah pemilik rumah mengalami penganiayaan. Di saat yang sama, api turut merambat hingga membakar tiang-tiang listrik, sementara para pemukim dilaporkan membakar dua kendaraan milik warga Palestina.

Penutupan pos pemeriksaan militer Beit Furik oleh tentara Israel juga membuat puluhan warga tidak dapat kembali ke rumah maupun keluar dari kota tersebut.

Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina lainnya di wilayah utara Tepi Barat. Militer Israel mengklaim korban melakukan serangan penikaman terhadap salah satu tentaranya di dekat permukiman ilegal Ganim.

Sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023, operasi militer Israel dan serangan para pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat. Berdasarkan data resmi Palestina, sedikitnya 1.185 warga Palestina telah tewas dan 3.816 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *